Maria Sharapova Resmi Gantung Raket

  • Whatsapp
Maria Sharapova Resmi Gantung Raket

Britanusantara.com – Petenis Cantik Maria Sharapova, yang pernah menjadi petenis putri terbaik di dunia memutuskan pensiun. Dia memutuskan gantung raket di usia 32 tahun.

“Saya baru dalam hal ini, jadi tolong maafkan saya. Tenis, saya mengucapkan selamat tinggal. Jika melihat ke belakang, saya menyadari tenis telah menjadi gunung saya,” ujar Maria Sharapova.

“Jalan saya telah dipenuhi dengan lembah dan jalan memutar, tapi pemandangan dari puncaknya luar biasa. Setelah 28 tahun dan lima gelar Grand Slam, saya siap untuk mendaki gunung lain, bersaing di berbagai jenis medan,” lanjutnya.

Maria Sharapova mengawali karier junior pada November 2000, dan mulai terjun di turnamen tenis profesional sejak 2003. Berbagai prestasi gemilang berhasil diukir petenis putri asal Rusia tersebut.

Sejauh ini, Sharapova berhasil merengkuh lima gelar Grand Slam, yakni Australia Terbuka (2008), Prancis Terbuka (2012, 2014), Wimbledon (2004), dan Amerika Terbuka (2006), serta satu WTA Tour Championships (2004).

Foto: Google.com

Sayangnya, Maria Sharapova gagal melengkapi prestasi tersebut dengan medali emas Olimpiade. Sharapova hanya mampu merengkuh medali perak di Olimpiade 2012.

Tersandung Kasus Doping dan Cedera

Di balik prestasi gemilang itu, Maria Sharapova pernah tersandung kasus doping pada 2016. Dia gagal melewati tes doping jelang Australia Terbuka pada 2016.

Sharapova diketahui positif mengonsumsi meldonium, zat yang digunakan sejak 2006. Akibatnya, dia dijatuhi sanksi larangan tampil selama 15 bulan.

Setelah masa hukumannya berakhir, Maria Sharapova kembali berlaga pada 2017. Namun, dia harus berjuang untuk kembali menemukan performa terbaiknya.

Serangkaian cedera membuat Sharapova kesulitan bersaing merengkuh titel juara. Alhasil, posisinya di ranking WTA merosot drastis hingga ke peringkat 373.

Kini, Maria Sharapova ingin menikmati masa-masa pensiunnya. Dia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Ada beberapa hal sederhana yang saya benar-benar menantikan: Rasa ketenangan dengan keluarga saya. Berlama-lama menikmati secangkir kopi pagi. Liburan akhir pekan yang tak terduga. Latihan pilihan saya (halo, kelas dansa!),” jelasnya.

Sumber: BBC

Disadur dari Bola.net (Penulis Rizki Hidayat / Editor: Rizki Hidayat, published 26/2/2020).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *